SEKILAS INFO
: - Saturday, 08-08-2020
  • 2 tahun yang lalu / Selamat datang
Berita Telur Palsu yang Telah Beredar di Masyarakat

Beberapa bulan yang lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita sensasional yaitu munculnya telur palsu di pasaran berbagai wilayah. Penyebar berita ini memberikan ciri-ciri telur palsu yaitu tidak memberi bau amis, putih telurnya encer dan warna merahnya pudar. Tak lama setelah beredarnya berita itu, seluruh warga langsung heboh hingga penjualan telur pedagang menurun.

Beredarnya berita itu tak hanya merugikan pedagang, namun juga merugikan seluruh kalangan karena telur merupakan hasil hewani protein terbaik. Sejak dahulu, telur memang dipercaya memiliki kandungan protein yang baik bagi tubuh selain ikan-ikan dari laut. Tak heran bila telur diolah ke berbagai macam jenis makanan mulai dari telur goreng, telur balado hingga semur telur.

Namun, perlu diketahui bagi seluruh pembaca bahwa berita tentang telur palsu itu adalah hoax atau berita yang tak memiliki kebenaran. Oknum-oknum tak bertanggung jawab sengaja mempublikasikan berita palsu demi tujuan dan maksud pribadi yang menguntungkan bagi mereka. Sehingga, kini semua orang yang perlu khawatir untuk kembali membeli telur dan mengkonsumsinya setiap hari.

Nah itulah contoh artikel yang menarik. Mulai dari contoh artikel di koran, contoh artikel pendidikan, contoh artikel ilmiah, contoh artikel kesehatan, contoh artikel singkat, contoh artikel panjang, contoh artikel adiwiyata, contoh artikel ekonomi, contoh artikel lingkungan hidup, contoh artikel pemanasan global, contoh artikel tentang narkoba, contoh artikel sekolah, dll.

 

Nummus in Croesi divitiis obscuratur, pars est tamen divitiarum. Quamvis enim depravatae non sint, pravae tamen esse possunt. Idemque diviserunt naturam hominis in animum et corpus. Transfer idem ad modestiam vel temperantiam, quae est moderatio cupiditatum rationi oboediens. Immo alio genere; Illa sunt similia: hebes acies est cuipiam oculorum, corpore alius senescit; Potius ergo illa dicantur: turpe esse, viri non esse debilitari dolore, frangi, succumbere. Duae sunt enim res quoque, ne tu verba solum putes.

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda Terbaru