SEKILAS INFO
: - Saturday, 08-08-2020
  • 2 tahun yang lalu / Selamat datang
EKTRAKURIKULER KIR

Karena “ekskul tentang penelitian” dan yang berkaitan dengannya sudah kusebutkan pada beberapa artikel di sini, maka izinkanlah saya membahasnya, sekarang. Ya itung-itunglah saya berbagi kenangan (lagi) tentang pengalamanku bersekolah, juga pengamatanku “di luar sana”, tentang beberapa ekstrakurikuler yang pernah saya jalani, tentu saja salah satunya adalah KIR.

KIR, Karya Ilmiah Remaja, ya?

Bukan, KIR itu Kelompok Ilmiah Remaja. Kalau Karya ilmiah, tentu adalah karya yang pernah dihasilkan oleh para anggotanya.

Eits, walaupun ilmiah, tapi apakah ekskul ini terkesan kaku, atau justru seru?  Penasaran? Yuuuuk, kita simak selengkapnya!

KIR, Ekskulnya Para Calon Ilmuwan!

KIR di Indonesia, seperti yang kita kenal selama ini, memang terbentuk pada kurun lebih dari empat puluh lima tahun. Tepatnya, berawal pada tahun 1969, saat Koran Harian Berita Yudha mengagas perkumpulan remaja bernama Remaja Yudha Club (RYC). Setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami perkembangan, terbentuklah Kelompok Ilmiah Remaja yang berdiri sampai saat ini.

Oh ya, KIR ini biasanya dijumpai di sekolah-sekolah, terutama SMP, SMA, dan pondok pesantren, dan setiap sekolah, memang punya nama dan “ciri khas”-nya masing-masing, tergantung “filosofi” organisasi yang akan diusung. Meskipun begitu, pasti tujuannya hanya satu, yaitu membentuk calon-calon ilmuwan selagi muda!

Lalu, mengapa saya (dulu) ikutan ekstrakurikuler KIR?

Waktu itu, saya duduk di bangku SMA. Di sana, kami pernah mendengar saran dari seseorang (entah guru atau kakak kelas, saya lupa) yang menganjurkan kami ikut organisasi. Ikutan Pramuka lagi? Ah, saya enggak, kurasa diriku sudah lelah menjalaninya.

Alhasil, saya pilih KIR. Karena, saya suka berbau ilmiah, lagi pula saya anak IPA *ciee*. Tapi syukurlah, dua teman dekat mengikuti jejakku untuk bergabung jadi anggotanya. Karena, ini bakal bersinergi untuk meraih prestasi, lagi pula akhirnya kami bertiga jadi satu kelompok penelitian!

Terus, Apa Saja Ya, Kegiatan-kegiatan KIR-nya?        

Jika ada yang bilang KIR itu kaku, itu salah besar! Justru itu, eskul ini menawarkan kegiatan-kegiatan yang menarik bagi para anggotanya, yang pastinya, tidak membosankan. Pokoknya, seruuuuuu!

Misalnya, di sekolah kami, setiap masuk eskul di hari tertentu, ada buat mading (ilmiah), lalu di hari Minggu ada outbond dan pengukuhan bagi para anggotanya. Ditambah lagi, ada sesi  Sharing Inspirasi yang membuat kami terkesan dan membangkitkan energi untuk meraih prestasi.

Salah satunya, kakak alumni KIR yang berhasil masuk PTN lewat jalur PMPAP. Saat itu dia bercerita bahwa sewaktu sekolah, dia mengumpulkan piagam-piagam dari lomba-lomba sebagai syarat PMPAP. Dan, setelah diseleksi dan menyerahkan piagam-piagam itu, dia diterima dan kuliah sampai lulus dari jurusan MIPA (sampai saat artikel ini ditulis). Hebat ‘kan?

Lalu, ada juga kegiatan penelitian Green House, seperti yang dilakukan adik-adik kelas kami, dan ada juga sekolah-sekolah yang mengadakan kunjungan-kunjungan ilmiah di berbagai tempat-tempat sains seperti Oservatorium Boscha, LAPAN, dan lain-lain. Sayang, (angkatan) kami belum sempat melakukannya.

Kemudian, ulang tahun KIR. Memang, kegiatan ini adalah agenda tahunan dan dirayakan secara sederhana oleh sekolahku. Tapi, alangkah baiknya ultah KIR ini dimeriahkan dengan lomba-lomba sebagaimana yang dilakukan sekolah tetangga sebelah? Ada Lomba Karya Tulis Ilmiah, Olimpiade Sains, dan lain sebagainya!

Satu hal lagi. Tak lengkap kalau ikutan KIR tanpa membuat karya ilmiah hasil penelitan. Nah, biasanya penelitian ini dilakukan berkelompok, walaupun ada pula yang dikerjakan sendiri. Dan, tugas kami adalah membuat penelitian, lalu diwujudkan dalam bentuk makalah. Tapi, produk penelitiannya jangan lupa ya!

Habis itu, barulah makalah tersebut dikirim untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah (sesuai tema), yang biasanya diadakan di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, juga Internasional. Bahkan kampus-kampus dan sekolah-sekolah juga mengadakannya!

Nah, Lomba-lomba inilah yang jadi ambisi kami pada masa itu, untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya. Jika sudah lolos seleksi, maka peserta yang terpilih akan diundang, lalu dipresentasikan hasil penelitiannya, kemudian ditentukan siapa pemenangnya!

Ikutan Ekskul KIR, Pasti Ada Manfaatnya!

Ya, memang banyak manfaat ikutan eskul KIR yang bertebaran di dunia maya. Namun, menurutku ada beberapa hal-hal berfaedah yang dirasakan olehku, bahkan tak disangka bisa berguna kedepannya. Hmmm, semoga adik-adik bisa kecipratan hal-hal positif sepertiku, ya!

Nah, apa sajakah itu?

  • Melatih Berpikir Kreatif, Inovatif, Analitis, dan Kritis

Dalam membuat karya ilmiah hasil penelitian, orisinalitas adalah hal terpenting, dan tak mudah untuk meraihnya. Sudah susah payah memikirkan ide tapi ternyata telah terpakai orang lain, itu bisa dikatakan plagiat dan harus mengulanginya lagi. Nah, untuk menemukan ide yang orisinil, tentunya harus berpikir kreatif dan inovatif untuk menghubungkan dua hal jadi satu, juga analitis dan kritis.

Dan, kegiatan berpikir itulah yang “memaksa” dan melatih kami untuk berpikir keempat hal di atas, sehingga bisa “memudahkan” untuk menemukan ide penelitian yang akan digunakan dalam karya ilmiah, yang sudah pasti untuk dikirimkan di berbagai lomba!

  • “Menumbuhkan” Kerja Sama dalam Satu Kelompok

Kecuali kalau karya ilmiahnya dibuat oleh individu, kegiatan penelitan bisa “menumbuhkan” kerja sama dalam satu kelompok, lho! Ya lah, enggak mungkin manusia bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, dalam kelompok KIR juga begitu.

Seperti yang kami alami, ketika kami kesulitan untuk menemukan ide penelitian yang akan dibuat makalah untuk lomba nantinya. Nah, saya memang meminta kepada kedua teman dekatku untuk ikutan berpikir dan berbagi, ide apa yang akan diteliti. Siapa tahu, ide dari mereka bisa berguna, iyaa gak?

Lalu, pas kami akan presentasi. Saya memang punya kelemahan dalam komunikasi lisan, sehingga saya lebih pantas jadi operator. Bertuntung, teman-teman satu kelompok punya kemampuan komunikasi yang sangat baik, sehingga bisa lancar dalam presentasi. Dan pada akhirnya, kami berhasil keluar sebagai juara 1 lomba karya ilmiah se-Kabupaten!

Hmmm, bukankah bersinergi melalui kerja sama kelompok untuk meraih satu tujuan, lebih indah, ya?

  • Sebagai Tiket untuk Masuk ke Perguruan Tinggi

Jelas sekali, piagam-piagam yang dikumpulkan selama ikutan ekskul KIR, bisa dijadikan tiket untuk diterima di kampus idaman, lho! Dan, memang dibuktikan oleh kakak kelas kami, yang barusan saya ceritakan di atas. Pokoknya dik, kalian harus bersemangat ikutan lomba-lomba KIR-nya! Kalau sudah meraih prestasi, apalagi tingkat nasional dan Internasional, bukan tidak mungkin, peluang masuk kampus favorit semakin besar! Benar, ‘kan?

***

Nah, karena KIR ini adalah wadah pembentukan calon peneliti atau ilmuwan muda, maka diharapkan ada yang meneruskan kiprahnya jadi peneliti yang melakukan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, untuk kemajuan bangsa (hmmm, kalau ada). Pasalnya, peneliti di Indonesia memang masih sedikit, dan fasilitas pun menurutku masih kurang mendukung. Pantesan, banyak peneliti Indonesia yang lebih banyak berkarya di luar negeri…

Tapi, kalau takdir berkata untuk berkarya di bidang lain, jangan sedih kok. Keterampilan berpikir yang didapat dari KIR ternyata bisa berguna juga. Misalnya di bidang kreatif seperti menulis ini. Kemampuan berpikir kreatif dan kritis, ternyata bisa berguna juga untuk menuangkan gagasan dan memecahkan persoalan yang dihadapinya!

Dan, alhamdulillah, saya suka membuat ide kreatif saat menulis di sini, dan semua ini berkat berpikir kreatif yang terlatih selama mengikuti eskul KIR. Coba kalau saya enggak ikutan, ratusan artikel berkualitas tidak akan terlahir!

Ooo… apa yang kujalani selama ikutan ekskul ini, ternyata enggak sia-sia dalam hidupku!

Nah, dik, masih ragu ikutan KIR? Yuk gabung, dijamin kalian enggak bakal rugi!

Agenda Terbaru